<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Rumah Produksi Anime Transformasi Kebebasan Berekpresi dalam Perancangan

Abstract

Pada tahun 2000 para seniman Yogyakarta mulai bertambah dengan kemunculan anime fans. Mereka merupakan penggemar kartun Jepang yang memiiki genre yang beragam. Kegiatan dari para anime fans adalah anime workshop atau lebih dikenal dengan (doujinshi), costplay (costum player = memakai kostum yang berhubungan dengan karakter animasi), dan pameran. Dilihat dari kondisi diatas kami sebagai perancang menanggapi dengan merancang sebuah Anime Production House. Anime Production House merupakan fasilitas dari para anime fans untuk menuangkan ide kreatif mereka dalam pembuatan kartun, serta pengadaan pameran yang merupakan tempat bertemunya para anime fans. Dengan melihat dari semua aspek tranportasi, anime fans dan lingkungan pendukung. Sedangkan untuk mencapai konsep peruangan penulis melakukan analisis tentang kegiatan yang dilakukan oleh para anime fans dan para kartunis profesional mengenai perilaku, kebutuhan dan konsep peruangan yang digunakan. Dalam perancangan ini kami memakai konsep planless yang akan digunakan pada konsep peruangan interior dan eksterior guna kelancaran komunikasi antar pengguna ruang.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By