<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Faktor-Faktor Penerimaan Diri Remaja Penyandang Difabel (Tunadaksa) Pasca-Bencana

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi remaja penyandang difabel (tunadaksa) untuk menerima keadaan dirinya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tiba-tiba mengalami bencana baik bencana kecelakaan ataupun bencana alam, sehingga membuat dirinya cacat permanen. Rentang usia antara 12-21 tahun dan rentang pengalaman kritis dengan waktu paling lama 5 tahun sebelumnya. Subjek dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik case reprecentativeness. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa faktor-faktor penerimaan diri remaja penyandang difabel (tunadaksa) pascabencana hampir mempunyai kesamaan dengan teori faktor-faktor penerimaan diri yang dikemukakan oleh salah satu ahli psikologi, faktor-faktor tersebut diantaranya adanya faktor keluarga, wawasan sosial,, wawasan diri, keberhasilan, aspiratif realistis dan konsep diri. Hasil penelitian ini juga ditemukan faktor baru yang tidak terdapat di teori yaitu adanya faktor religiusitas. Religiusitas yang ada membuat diri responden mampu untuk mengambil hikmah dari kondisi yang dialami sekarang serta mempunyai keyakinan untuk meraih cita-cita. Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai fungsi-fungsi rohaniah dan jasmaniah.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By