Efektivitas Antifungi Minyak Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra) terhadap Jamur Phytophthora Palmivora
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas antifungi minyak kayu putih (Melaleuca Leucadendra) terhadap jamur patogen Phytophthora Palmivora yang merupakan jamur patogen busuk buah pada tanaman kakao. Jamur Phytophthora palmivora adalah jenis jamur patogen utama penyebab penyakit busuk buah tanaman kakao yang dapat mempengaruhi sistem produksi kakao. Di Indonesia jamur ini merupakan spesies utama yang menyerang semua fase perkembangan buah kakao secara umum kehilangan hasil akibat jamur P. palmivora mencapai 40%. Minyak atsiri kayu putih diisolasi dengan distilasi kukus. 1,8-Sineol merupakan senyawa utama pada minyak atsiri kayu putih, senyawa 1,8-Sineol dalam daun dan batang kayu putih memiliki aktivitas sebagai antimikroba Proses uji daya hambat minyak atsiri terhadap jamur patogen dilakukan dengan sumur difusi, dengan konsentrasi minyak atsiri kayu putih 25%; 50%; 75% dan 100%. Diperoleh hasil uji efektivitas minyak atsiri terhadap jamur patogen kurang efektif, sebab diameter zona hambat yang terbentuk setelah 3 hari pada masing-masing konsentrasi sampel minyak kayu putih 25% yaitu 0 mm, 50% sebesar 10 mm, 75% sebesar 12 mm, 100% sebesar 10 mm dan fungisida sebesar 28 mm. Untuk control positif digunakan fungisida antigermen plus terbentuk zona bening yang berdiameter 28 mm dengan persentase daya hambat (I %) sebesar 100 % setelah 2 minggu, sehingga fungi