<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Sensitivitas Interkultural Masyarakat Buddha di Dusun Sembong Kaloran Temanggung

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Toleransi merupakan hal krusial untuk negara ini, melihat dari komposisinya yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang berbeda perselisihan antar perbedaan kelompok sangat rentan terjadi kemudian berdampak panjang. Sesuai dengan pedoman ini Bhinneka Tunggal Ika maka rasa saling menghargai dan menerima perbedaan adalah kunci persatuan. Mengambil latar belakang kelompok pemeluk agama Buddha di dusun Sembong, penelitian ini mengkaji seputar komunikasi antar budaya dengan menggunakan pendekatan Development Model of Intercultural Sensitivity (DMIS) yang dicetuskan oleh Milton J Bennett dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi komunikasi antar budaya. Pemeluk agama Buddha di dsn. Sembong memiliki kompetensi pada tingkat etnorelativisme yaitu sudah pada tahap menerima dan berintegrasi dengan budaya yang berbeda, salah satu motivasinya adalah kesamaan budaya leluhur yang dilestarikan hingga saat ini yaitu adat istiadat Jawa, namun dengan begitu ternyata berdampak negatif bagi kelompok umat Buddha disana dengan menurunnya kualitas dan kuantitas pada pemeluk agama Buddha di sana sehingga mereka mengharapkan perbaikan dari Majelis Perwakilan Umat Buddha hingga Pemerintah untuk menunjang peningkatan sumber daya manusianya.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By