<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Asupan Street Food dengan Uninvestigated Dyspepsia pada Dewasa Muda

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Dispepsia merupakan kumpulan gejala pada saluran pencernaan bagian atas, seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, dan rasa penuh, yang sering ditemukan secara klinis. Kondisi ini diklasifikasikan menjadi dispepsia fungsional, tanpa kelainan struktural, dan dispepsia organik yang disebabkan oleh gangguan organik seperti tukak lambung atau GERD. Secara global, prevalensi dispepsia mencapai 13-40% per tahun, dengan Indonesia berada di peringkat ketiga kasus terbanyak. Faktor penyebabnya meliputi pola makan, stres, infeksi Helicobacter pylori, dan kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi makanan pedas dan asam. Mahasiswa, sebagai kelompok dewasa muda, berisiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola makan tidak teratur dan tingginya konsumsi street food, yang sering kali mengandung makanan pedas, asam, atau tidak higienis, sehingga berkontribusi pada gangguan pencernaan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan asupan street food dengan kejadian uninvestigated dyspepsia pada dewasa muda. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model analitik observasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner 24H Foodrecord, kuesioner sindrom dispepsia berdasarkan kriteria Rome IV, kuesioner kecemasan, dan pengukuran tinggi badan serta berat badan responden. Hasil Penelitian: Prevalensi uninvestigated dyspepsia pada responden adalah 8,9%, dengan kelompok asupan energi tinggi memiliki kecenderungan lebih besar mengalami dispepsia (OR 0,653; 95% CI: 0,254-1,682). Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, dan kecemasan menjadi faktor yang memperburuk gejala dispepsia. Simpulan: Konsumsi street food dengan asupan energi yang tinggi cenderung meningkatkan peluang untuk mengalami dispepsia pada dewasa muda. Manajemen pola makan sehat, pengelolaan stres, dan pengendalian konsumsi street food diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan terutama dispepsia.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By