Pola Komunikasi Aktivisme Digital Terhadap Isu Buruh di Yogyakarta Dalam Akun Twitter (X) @buruhyogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini membahas pola komunikasi aktivisme digital yang dilakukan akun Twitter @BuruhYogyakarta dalam mengangkat isu buruh di Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini berangkat dari lingkungan sekitar penulis, rendahnya upah minimum di Yogyakarta yang tidak sebanding dengan biaya hidup yang tinggi sehingga melahirkan keresahan sosial yang banyak disuarakan melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi aktivisme digital yang diterapkan oleh @BuruhYogyakarta dalam mengorganisir kesadaran dan solidaritas sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan @BuruhYogyakarta, pengikut, serta pihak yang pernah berkolaborasi, dan dokumentasi aktivitas di media sosial. Analisis dilakukan dengan merujuk pada model komunikasi Lasswell serta teori komunikasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa @BuruhYogyakarta memanfaatkan Twitter sebagai medium utama karena ekosistem penggunanya yang kritis dalam menanggapi suatu hal dan responsif. Pola komunikasi yang dibangun bersifat partisipatif, ditandai dengan keterlibatan audiens melalui like, komentar, retweet, hingga kolaborasi media sosial. Pesan yang disampaikan tidak hanya mengkritisi kebijakan upah rendah, tetapi juga mendorong solidaritas buruh melalui ajakan untuk bergabung dalam serikat pekerja. Aktivisme digital ini terbukti bertransformasi ke dalam aksi nyata seperti misalnya pada penyelesaian kasus Mikel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi @BuruhYogyakarta berhasil menjadikan Twitter sebagai ruang strategis untuk menyuarakan keresahan buruh sekaligus membangun kesadaran kolektif. Aktivisme digital ini berkontribusi