<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Formulasi Minyak Angin Aromaterapi dari Minyak Atsiri Kayu Putih (Melalueca Leucadenra), Serai Wangi (Cymbopogon Nadrus), dan Serai Dapur (Cymbopogon Citratus)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan minyak angin aromaterapi dari minyak atsiri kayu putih (Melaluca leucadendra) yang memiliki kadar eucalyptol (1,8- sineol) sebesar 56,90%, minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nadrus) yang memiliki kadar sitronellal 56,08%, dan minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) yang memiliki kadar sitral 41,67%. Tujuan penelitian ingin mengetahui hasil kandungan senyawa menggunakan instrument kromatografi gas – spektrometri massa, perbandingan formulasi, serta formulasi minyak angin berdasarkan uji kesukaan minyak angin aromaterapi. Penggunaan kristal menthol berfungsi sebagai pendingin aromatik pada minyak angin aromaterapi. Peran minyak kelapa pada formulasi ini yaitu sebagai carrier oil yang berfungsi mengikat minyak. Hasil uji organoleptis, ketahanan wangi, dan uji hedonik diperoleh Formula 4 memiliki warna kuning pucat, aroma dominan sereh wangi, kehangatan lebih dingin kehangatan, ketahanan wangi tidak sepenuhnya hilang hingga hari ke – 7. Formula 4 adalah formula yang paling banyak disukai oleh responden.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By