Analisis Pengaruh Respon Struktur Gedung Berdasarkan Penerapan Percepatan Respon Spektra 2 Periode dan Multi Periode
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
SNI 1726-2019 sebagai standar utama dalam perencanaan pembangunan gedung tahan gempa terus mengalami pembaruan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti revisi ASCE dari ASCE 7-16 menjadi ASCE 7-22 yang memperkenalkan konsep respon spektrum multi period yang sebelumnya menggunakan respon spektrum two period. Penelitian ini bersifat komparatif, membandingkan berbagai hasil analisis, seperti respons spektrum, gaya geser dasar, simpangan antar lantai, dan gaya dalam menggunakan respons spektrum two period sesuai pedoman SNI 1726-2019 serta multi period sesuai ASCE 7-22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser pada tanah keras dalam metode multi period sekitar 20% lebih rendah dibandingkan metode two period. Untuk tanah sedang, gaya geser multi period meningkat sekitar 21,11% dibandingkan two period. Sementara itu, di tanah lunak, gaya geser multi period lebih tinggi sekitar 32,48% dibandingkan two period. Perbedaan nilai simpangan di tanah keras antara metode two period dan multi period kurang dari 1%, di tanah sedang berkisar antara 15-25%, dan di tanah lunak antara 25-35%. Nilai momen lentur dan gaya geser di tanah keras untuk metode two period sedikit lebih besar dibandingkan multi period. Namun, di tanah sedang dan lunak, nilai momen lentur dan gaya geser metode multi period secara signifikan lebih besar. Nilai gaya aksial pada setiap jenis tanah menunjukkan hasil yang hampir sama antara kedua metode. Metode multi period menunjukkan hasil yang lebih akurat daripada two period. Jenis tanah mempengaruhi distribusi beban, dengan tanah yang lebih lunak cenderung mengalami peningkatan nilai gaya geser dasar, simpangan, dan gaya dalam.