<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengembangan Stasiun Kereta Api Kutoarjo Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kereta api merupakan alat transportasi yang paling digemari masyarakat khususnya di kabupaten Purworejo karena faktor keamanan dan kenyamanan yang lebih baik. Stasiun kereta api Kutoarjo terletak di kabupaten Purworejo merupakan stasiun dengan jumlah penumpang yang tiap tahunnya mengalami peningkatan mencapai 8,38 %. Dengan semakin bertambahnya jumlah penumpang tiap tahun sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti banyaknya crossing antara pengguna seperti penumpang dengan kereta api, penumpang dengan penumpang dan penumpang dengan pengelola. Selain itu kapasitas ruang khususnya ruang pengunjung sudah tidak mampu menampung jumlah pengunjung khususnya pada hari-hari tertentu. Untuk itu stasiun kereta api Kutoarjo perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan. Di dalam mengatasi crossing yang terjadi dibuat jembatan penyeberangan di atas dan sejajar peron untuk menghindari crossing antara penumpang dengan kereta api. Untuk crossing antara penumpang dengan penumpang pada entrance masuk dilakukan pemisahan jalur sirkulasi antara keberangkatan dan kedatangan. Untuk crossing antara pengelola dengan penumpang/pengunjung, maka dilakukan zoning yang tepat sehingga ruang pengelola yang tidak berhubungan sama sekali dengan pengunjung harus dipisahkan. Untuk itu pengelompokan ruang dibagi menjadi 4 kelompok ruang yaitu ruang pengelola, ruang pengunjung, ruang penunjang dan ruang pedagang. Dalam pengembangan stasiun kereta api Kutoarjo ini memasukkan unsur penampilan bangunan tropis dengan pertimbangan karena berada di daerah tropis sehingga faktor-faktor panas matahari, iklim, kelembaban udara dan suhu. Untuk itu penampilan bangunan stasiun kereta api menyesuaikan iklim tropis terutama tropis basah seperti bentuk atap mempunyai kemiringan dengan sudut antara 30- 60° supaya air hujan cepat mengalir, adanya bukaan-bukaan yang lebar untuk ventilasi udara, adanya tritisan atau elemen bangunan untuk menghindari silau matahari.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By