Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik Terkait Akal Imitasi (AI) Para Tenaga Kesehatan di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Pemanfaatan Akal Imitasi (AI) dapat meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan. Meski demikian, implementasinya masih terbatas akibat kurangnya pemahaman dan kesiapan tenaga kesehatan. Tujuan : Menganalisis pengaruh karakteristik tenaga kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik serta pengaruh pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik terkait AI. Metode : Penelitian cross-sectional dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang teruji validitas serta reliabilitas (Cronbach's alpha >0,6). Analisis hubungan karakteristik terhadap pengetahuan, persepsi, sikap dan praktik serta pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik menggunakan chi-square (p<0,05). Sedangkan analisis pengaruh antar variabel menggunakan Firth logistic regression (p<0,05). Hasil : Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (40,28%), persepsi positif (62,5%), dan sikap baik (81,94%). Sedangkan praktik penggunaan AI menunjukkan hasil yang hampir sebanding yaitu baik (52,28%) dan rendah (47,22%). Tidak terdapat pengaruh signifikan antara karakteristik responden dengan keempat variabel terikat (p>0,05).Selain itu, pengetahuan, persepsi, dan sikap juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap praktik penggunaan AI (p>0,05). Kesimpulan : Terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi AI. Praktik yang masih rendah meskipun sikap sudah positif, menunjukkan hambatan bukan pada penerimaan tetapi kesiapan teknis. Sehingga, diperlukan pelatihan berbasis praktik serta integrasi AI dalam sistem pelayanan kefarmasian.