Hubungan Antara Anosmia dan Tingkat Keparahan Gejala Penderita Covid-19: Sebuah Studi Scoping Review
| dc.Identifier.NIM | 19711152 | |
| dc.contributor.author | Pratiwi, Annisa Nadya | |
| dc.date.accessioned | 2025-01-17T08:19:15Z | |
| dc.date.available | 2025-01-17T08:19:15Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau biasa dikenal dengan SARS-CoV-2. Gejala yang dialami oleh pasien COVID-19 sangat bervariasi, seperti demam, batuk, flu, sesak napas, mudah lelah, dan hilangnya kemampuan mengecap rasa dan mencium bau. Hal ini menyebabkan diagnosis dini COVID-19 menjadi sulit. Namun, salah satu gejala yang paling sering terjadi dan merupakan hal yang mudah disadari untuk diagnosis COVID-19 yaitu anosmia atau hilangnya kemampuan indera penciuman. Adanya gejala anosmia ini sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat keparahan gejala COVID-19 karena kebanyakan penderita dengan gejala anosmia tidak merasakan gejala lain yang lebih parah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19. Metode Penelitian: Metode yang dilakukan yaitu scoping review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil: Hasil dari pencarian, didapatkan 2.988 artikel yang selanjutnya dilakukan seleksi dan didapatkan enam artikel untuk diekstraksi. Hasil enam artikel tersebut didapatkan bahwa penderita COVID-19 dengan anosmia biasanya disertai dengan gejala yang ringan, dapat menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi berdasarkan temuan laboratorium, dan menurunkan angka kebutuhan terhadap ventilasi dan ruang intensive care (ICU). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19, yaitu memperingan keparahan gejala yang dapat dilihat berdasarkan gejala penyerta, temuan hasil laboratorium, dan kebutuhan terhadap ventilasi dan ruang ICU. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/54469 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | Hubungan Antara Anosmia dan Tingkat Keparahan Gejala Penderita Covid-19: Sebuah Studi Scoping Review | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |