Analisis Kekerasan Kultural Pada Perempuan Turki di Era Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan
| dc.Identifier.NIM | 17323038 | |
| dc.contributor.advisor | Gustrieni Putri,S.IP.,M.A | |
| dc.contributor.author | ROSALINA JAMAYANTI | |
| dc.date.accessioned | 2021-09-01T06:58:09Z | |
| dc.date.available | 2021-09-01T06:58:09Z | |
| dc.date.issued | 2021-06-07 | |
| dc.description.abstract | Fenomena kekerasa kultural terhadap perempuan diturki menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Kekerasan kultural terhadap perempuan turki sudah terjadi mulai sejak masa sekuler pada era pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk hingga kni dimasa pemerintahan Recep Tayyip Erdogan. Berasal dari kalangan agamis, Erdogan tidak dapat memberikan perubahan yang besar terhadap kualitas hidup dan hak-hak perempuan di turki. Hal ini ditunjukkan dengan masih ditemukakanya beberapa kebijakan diskriminatif terhadap perempuan yang dilakukan oleh pemerintah. Hak-hak perempuan turun akibat dari aturan nilai-nilai keluarga yang Erdogan tetapkan, hal ini lalu berpengaruh pada kondisi aktivitas ekonomi, fisik dan psikologi para perempuan Turki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana terjadinya segitiga kekerasan terhadap perempuan Turki di pemerintahan Erdogan menggunakan teori diatas, penelitian ini menemukan bahwa nilai agama merupakan faktor dominan yang mendorong terjadinya kekerasan kultural terhadap perempuan Turki, selain itu tingkat patriarki yang tinggi menjelaskan bagaiman kekerasan kultural ini seolah merupakan sebuah siklus yang tidak akan pernah berhenti. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/32123 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Perempuan Turki | en_US |
| dc.subject | Kekerasan Kultural | en_US |
| dc.subject | Segitiga Kekerasan | en_US |
| dc.subject | Recep Tayyip Erdogan | en_US |
| dc.title | Analisis Kekerasan Kultural Pada Perempuan Turki di Era Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan | en_US |