Perbandingan Kinerja Indeks Saham Berbasis Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola dengan Indeks Saham Syariah Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di Asia Tenggara
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Covid-19 adalah peristiwa pandemi yang memberikan dampak secara global baik dari segi kesehatan maupun dari segi perekonomian. Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 yang selalu meningkat menyebabkan perekonomian global semakin tertekan. Salah satunya faktornya ditandai dengan menurunnya kinerja pada sektor jasa keuangan. Sehingga, hal ini berdampak pada kinerja indeks saham secara global. Bagaimanakah kondisi kinerja indeks saham di berbagai negara ketika merespons pandemi Covid-19? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh Covid-19 terhadap indeks saham syariah dan indeks saham lingkungan, sosial, dan tata kelola di Asia Tenggara. Serta bagaimana perbandingan kedua indeks tersebut pada saat merespons pandemi Covid-19 dengan menggunakan variabel independen jumlah kasus positif Covid-19 sebagai proksi dari pandemi Covid-19. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah event study dan Vector Error Correction Model (VECM) dengan periode waktu 5 bulan dari Desember 2019-April 2020. Hasil penelitian dari model event study menunjukkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja indeks saham yang diteliti, kecuali pada indeks saham lingkungan, sosial, dan tata kelola di Singapura. Sedangkan hasil penelitian dari VECM menunjukkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap kinerja indeks saham yang diteliti, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, kecuali pada indeks saham syariah di Singapura tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek, serta indeks saham syariah di Malaysia yaitu indeks HIJRAH tidak memiliki pengaruh signifikan dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan hasil bahwa indeks saham lingkungan, sosial, dan tata kelola dinilai lebih baik dibandingkan indeks saham syariah dalam merespons pandemi Covid-19.