Analisis Kapasitas Dukung dan Penurunan Pondasi Tiang Pancang Beton Bertulang dengan Variasi Diameter di Dermaga Apung Pelabuhan Laut Sanur (Bearing Capacity and Settlement Analysis of Reinforced Concrete Pile Foundation with Various Diameter at Jetty Of Sanur Port)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pembangunan Demaga Apung pada Proyek Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Sanur
menggunakan pondasi tiang pancang baja dimensi diameter 0,4 m dengan kedalaman 15 m dan
diameter 0,4 m dengan kedalaman 16,70 m di bawah muka tanah. Dalam merencanakan suatu
konstruksi bangunan, pondasi memegang peran penting dalam menahan struktur diatasnya yang
tidak lepas dari analisis kapasitas dukung dan penurunan pada pondasi yang akan direncanakan.
Peneliti ingin melakukan perencanaan ulang pembangunan pondasi tiang pancang baja hollow insitu
dengan menggunakan jenisn pondasi tiang pancang beton bertulang. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui kapasitas dukung dan penuruan tiang pancang beton betuloang dalam menahan struktur
diatasnya.Perencanaan ulang pondasi tiang pancang beton bertulang diencanakan dengan 3 alternatif
variasi diameter, yaitu 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m. Panjang tiang pancang beton bertulang yang digunakan
adalah 15 m dan 16,70 m dikarenakan adanya perbedaan elevasi tranah.
Hasil analisis kapasitas dukung kelompok tiang pancang beton bertulang diameter 0,3 m
dengan panjang 15 m diperoleh 246,178 Ton dan tiang pancang beton bertulang diameter 0,3 m
dengan panjang 16,70 m diperoleh 271,455 Ton, tiang pancang beton bertulang diameter 0,4 m
dengan panjang 15 m diperoleh 378,751 Ton dan tiang pancang beton bertulang diameter 0,4 m
dengan panjang 16,70 m diperoleh 417,060 Ton, serta tiang pancang beton bertulang diameter 0,5
m dengan panjang 15 m diperoleh 536,942 Ton dan tiang pancang beton bertulang diameter 0,5 m
dengan panjang 16,70 m diperoleh 590,484 Ton. Hasil analisis penurunan kelompok tiang pancang
beton bertulang diameter 0,3 m dengan panjang 15 m diperoleh 0,028 m dan tiang pancang beton
bertulang diameter 0,3 m dengan panjang 16,70 m diperoleh 0,03 m, tiang pancang beton bertulang
diameter 0,4 m dengan panjang 15 m diperoleh 0,02 m dan tiang pancang beton bertulang diameter
0,4 m dengan panjang 16,70 m diperoleh 0,021 m, tiang pancang beton bertulang diameter 0,5 m
dengan panjang 15 m diperoleh 0,017 m dan tiang pancang beton bertulang diameter 0,5 m dengan
panjang 16,70 m diperoleh 0,018 m. Berdasarkan data tersebut diambil alternatif tiang pancang
beton bertulang diameter 0,5 m dengan panjang 15 m dengan jumlah 2 tiang dan tiang pancang beton
bertulang diameter 0,5 m dengan panjang 16,70 m dengan jumlah 2 tiang dalam suatu kelompok
tiang. Pemilihan alternatif ini didasarkan dengan jumlah tiang yang sedikit tetapi tetap aman
digunakan.