<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sdn Kalinyamat Kulon 2 Kota Tegal

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Indonesia merupakan negara yang plural. Dikarenakan keberagaman tersebut pastilah terdapat singgungan antar golongan yang berbeda. Untuk dapat mencegah singgungan tersebut maka diperlukan rasa toleransi yang tinggi dalam masyarakat dan tentunya perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi yang selanjutnya. Sekolah melalui Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai toleransi sehingga dapat menciptakan persatuan yang kokoh masyarakat di masa mendatang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai toleransi melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Kalinyamat Kulon 2 Kota Tegal, dan kedua untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai-nilai toleransi di SDN Kalinyamat Kulon 2 Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berisikan penjelasan tentang data yang diperoleh di lapangan. Terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mereduksi data, memaparkan data tersebut, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa 1) dalam menanamkan nilainilai toleransi kepada siswa, guru PAI menggunakan beberapa strategi yang efektif, terdapat beberapa nilai-nilai toleransi yang diajarkan, yaitu: toleransi antar umat beragama, toleransi antar teman, toleransi dalam menyikapi perbedaan pendapat para ulama, serta toleransi dalam menghadapi perbedaan di masyarakat; 2) terdapat lima faktor pendukung jalannya proses penanaman nilai-nilai toleransi yaitu: respon baik dari siswa, dukungan masyarakat sekitar, dukungan kepala sekolah, dukungan dari orangtua siswa, serta kondisi bangunan sekolah yang baru. Sementara itu faktor penghambat yang ditemukan yaitu kurangnya sarana dan prasarana, letak geografis sekolah yang dekat dengan perlintasan kereta api, kurangnya contoh nyata bagi siswa.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By