Studi Komparatif Metode Active dan Passive Treatment Terhadap Kualitas Air Dalam Pengelolaan Air Asam Tambang, PT Indexim Coalindo
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang umum terjadi pada kegiatan pertambangan batubara akibat oksidasi mineral sulfida yang menghasilkan air bersifat asam dan kaya logam terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode active treatment menggunakan CaCO3 dan passive treatment menggunakan open limestone channel (OLC) dalam meningkatkan kualitas air tambang berdasarkan parameter pH, TSS, Fe dan Mn, serta variabel pendukung meliputi Ca, Mg, Na, K, sulfat, dan Al. Pengambilan sampel dilakukan pada dua settling pond berbeda, yaitu di Settling Pond Kasturi 5 (active treatment) dan Settling Pond Rambai (passive treatment), masing-masing pada dua kali waktu sampling dengan titik pengamatan dari inlet hingga outlet. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada sistem active treatment, pH meningkat signifikan menjadi 6,58 di outlet, sementara pada passive treatment pH meningkat menjadi 7,49. Nilai TSS pada active treatment menurun menjadi 4–17 mg/L, sedangkan pada passive treatment menurun menjadi 10–27 mg/L. Konsentrasi Fe berkurang menjadi 2,4–3,4 mg/L pada active treatment dan 0,39–0,49 mg/L pada passive treatment, sedangkan Mn berkurang menjadi 0,6–0,8 mg/L pada active treatment dan 0,1–0,2 mg/L pada passive treatment. Berdasarkan hasil tersebut, kedua metode sama-sama berperan penting dalam pengendalian air asam tambang, namun pendekatan kombinatif antara active dan passive treatment direkomendasikan untuk mencapai efektivitas optimal serta keberlanjutan pengelolaan lingkungan tambang.