REVITALISASI BENTENG VREDEBURG SEBAGAI WISATA SEJARAH SECARA TOLAK UKUR GBCI ASD
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
DIY merupakan daerah pariwisata yang mengalami peningkatan pembangunan gedung dan perluasan infrastruktur jalan, penting untuk menjaga nilai sejarah keaslian arsitektur lama di dalamnya. Green Building dapat menjadi solusi inovasi bangunan ramah lingkungan, khusunya di situs pariwisata seperti Benteng Vredeburg. Meskipun telah dilakukan revitalisasi pada beberapa bangunan di dalamnya, pengupayaan mempertahankan sejarah dan karakteristik asli benteng menjadi urgensi penelitian ini. Konsep revitalisasi sejalan dengan unsur keberlanjutan yang di dalamnya menerapkan adaptive reuse. Kriteria keberlanjutan di Indonesia diperoleh berdasarkan penilaian GBCI. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif melalui pendekatan kualitatif observatif untuk mengevaluasi penerapan konsep Green Building pada revitalisasi lansekap Benteng Vredeburg DIY berdasarkan adaptive reuse. Evaluasi berdasarkan lansekap benteng menggunakan kriteria standar ASD (Appropriate Site Development) yang merupakan salah satu aspek lingkungan hijau oleh GBCI, kriteria penilaian dalam penelitian adalah ASD 1, ASD 2, ASD 6, dan ASD 7. Berdasarkan analisa eksisting, benteng Vredeburg belum memenuhi standar tersebut dengan total skor 7. Hasil setelah melakukan Revitalisasi berdasarkan adaptive reuse menggunakan kriteria ASD yang sama mendapatkan skor sebesar 11 dari total 14 skor. Strategi revitalisasi menggunakan ASD GBCI sejalan dengan konsep adaptive reuse, memperoleh hasil lansekap berintegritas budaya lokal dalam vegetasi yang diterapkan, keberlanjutan lingkungan, inklusi masyarakat, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah.