Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Untuk Pasien Rawat Inap Berdasarkan Kasus Bedah Dan Non-Bedah Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Gamping Selama Tahun 2021
| dc.Identifier.NIM | 18613152 | |
| dc.contributor.advisor | Apt. Mutiara Herawati, M.Sc | |
| dc.contributor.advisor | Apt. Saepudin, M.Si, Ph.D. | |
| dc.contributor.author | AGUNG SETIADI NUGROHO | |
| dc.date.accessioned | 2022-09-23T02:42:08Z | |
| dc.date.available | 2022-09-23T02:42:08Z | |
| dc.date.issued | 2022-07-11 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Antibiotik dengan penggunaan yang tidak sesuai berpengaruh pada aspek ekonomi, klinis, dan farmakologis. Ketidaksesuaian ini dapat diatasi dengan melakukan evaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif. Tujuan: Untuk mengetahui profil kuantitatif penggunaan antibiotik untuk pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama tahun 2021 berdasarkan kasus bedah dan non bedah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode ATC/DDD secara deskriptif, dengan pengumpulan data retrospektif dari SIM RS di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Selanjutnya data penggunaan dianalisis dengan mengacu pada sistem ATC/DDD yang dikeluarkan oleh WHO. Data jumlah pasien, 10 besar penyakit, rata-rata lama rawat inap, serta data pasien kasus bedah dan non bedah digunakan untuk menghitung kuantitas penggunaan antibiotik dalam satuan DDD/100HR. Hasil: Terdapat 29 macam antibiotik yang digunakan selama tahun 2021 dengan total penggunaan 4282,23 DDD/100HR. Antibiotik tertinggi untuk kasus bedah dan non bedah adalah levofloksasin dengan nilai DDD/100HR 30,48 dan 1565,02. Selanjutnya yang termasuk dalam segmen DU90% berdasarkan kasus bedah yaitu levofloksasin, sefiksim, seftriakson, dan siprofloksasin sedangkan kasus non bedah yaitu azitromisin, levofloksasin, seftriakson, sefiksim, amoksisilin, dan seftazidim. Kesimpulan: Antibiotik yang memiliki nilai DDD/100HR tertinggi berdasarkan kasus bedah dan non bedah adalah levofloksasin. Sedangkan, jenis antibiotik yang masuk dalam segmen DU90% selama tahun 2021 adalah azitromisin, levofloksasin, seftriakson, sefiksim, amoksisilin, dan siprofloksasin. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/39400 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Antibiotik | en_US |
| dc.subject | ATC/DDD | en_US |
| dc.subject | RS PKU Muhammadiyah Gamping | en_US |
| dc.title | Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Untuk Pasien Rawat Inap Berdasarkan Kasus Bedah Dan Non-Bedah Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Gamping Selama Tahun 2021 | en_US |