Analisis Pengaruh Protection Motivation Theory Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi Risiko Bencana Gunung Berapi Menggunakan Metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana gunung berapi dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) berdasarkan kerangka Protection Motivation Theory (PMT). Sebanyak 315 responden dianalisis untuk melihat pengaruh pengalaman dan pengetahuan terhadap empat komponen PMT, yaitu perceived severity, perceived vulnerability, self-efficacy, dan response efficacy, serta pengaruh komponen tersebut terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang rendah terhadap variabel kesiapsiagaan dengan nilai R-Square sebesar 0,042. Uji relevansi prediktif melalui Q-Square juga menunjukkan hasil yang rendah, bahkan negatif pada variabel kesiapsiagaan (Q2 = –0,004). Hasil pengujian hipotesis mengungkap bahwa pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap perceived severity (koefisien = 0,278; p-value = 0,000), perceived vulnerability (koefisien = 0,281; p-value = 0,000), dan response efficacy (koefisien = 0,510; p-value = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan
terhadap self-efficacy. Sementara itu, pengalaman hanya berpengaruh signifikan terhadap self- efficacy (koefisien = 0,198; p-value = 0,049). Pada variabel kesiapsiagaan, hanya perceived
severity yang memiliki pengaruh signifikan, namun dengan arah negatif (koefisien = –0,265; p- value = 0,000). Hasil F-Square menunjukkan bahwa sebagian besar pengaruh antar variabel
berada pada kategori efek kecil, kecuali hubungan pengetahuan terhadap response efficacy yang memberikan efek besar (f2 = 0,365). Evaluasi model dengan SRMR menunjukkan bahwa saturated model memenuhi kriteria model fit (0,057), sedangkan estimated model tidak memenuhi kelayakan (0,135). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh konstruk PMT, hanya perceived severity yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan, meskipun dengan arah negatif.