Mudik Lebaran dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus pada Masyarakat Kecamatan Taman Kotamadya Madiun)
| dc.Identifier.NIM | 2011068 | |
| dc.contributor.author | Purwana, Agung Eko | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-07T07:47:44Z | |
| dc.date.available | 2026-02-07T07:47:44Z | |
| dc.date.issued | 2004 | |
| dc.description.abstract | Mudik lebaran adalah tradisi umat Islam bangsa Indonesia setiap tahun pada perayaan hari raya Idul Fitri. Pada saat itu umat Islam yang hidup di perantauan pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarganya. Peristiwa ini menjadi perhatian semua kalangan, karena para pemudik melakukannya secara bersama-sama, dalam jumlah besar, dan pada saat hari raya Idul Fitri saja. Penelitian ini hendak mengungkap motivasi dan perilaku ekonomi pada peristiwa tersebut yang sampai sekarang telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Penelitian dengan tema mudik lebaran ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan kegiatan ekonomi penduduk ketika melakukan aktivitas mudik lebaran. Penduduk yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah mereka yang pulang ke kampung halamannya pada saat hari raya Idul Fitri, yakni di daerah Kecamatan Taman Kotamadya Madiun. Dari hasil pembahasannya, pemudik yang menjadi responden dalam penelitian ini memulai kegiatan mudiknya ketika mereka mengalami kehidupan sebagai perantau. Mereka merantau dalam rangka mencari pekerjaan ke luar daerahnya sehingga harus berpindah tempat tinggal dan berpisah dengan keluarganya. Perpindahan ini memunculkan kebutuhan baru untuk bertemu (silaturahmi) dan saling melepas rindu. Berawal dari motivasi ini maka dicarilah waktu yang paling tepat yakni pada saat hari raya Idul Fitri, karena pada hari itu pula Pemerintah mengeluarkan kebijakan libur secara nasional. Selama mudik lebaran, responden melakukan serangkaian kegiatan yang berupa kunjungan (silaturahmi), berzakat, bersedekah dan sebagainya. Perilaku para pemudik tersebut sebenarnya telah menerapkan sebagian dari prinsip-prinsip yang dibangun dalam ekonomi Islam. Namun mereka belum menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah wujud dari perilaku ekonomi Islam. Kaidah yang menyatakan bahwa apapun yang dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan syariah Islam maka kegiatan ekonomi dapat dikembangkan dalam wadah ekonomi Islam. Responden sebagian besar telah mengembangkannya dengan membuka jaringan usaha dan mengajak kerabat atau kenalannya untuk bekerja sebagaimana dirinya. Bahkan diantara mereka pada suatu saat kelak ingin kembali ke tempat mudiknya tersebut untuk mengembangkan pengalamannya selama di perantauan. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/60394 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Mudik Lebaran | en_US |
| dc.subject | Ekonomi Islam | en_US |
| dc.title | Mudik Lebaran dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus pada Masyarakat Kecamatan Taman Kotamadya Madiun) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |