Keberadaan Protozoa Cryptosporidium dan Coliform di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman
| dc.Identifier.NIM | 21513107 | |
| dc.contributor.author | Nurfajri, Ridho | |
| dc.date.accessioned | 2025-05-27T04:15:43Z | |
| dc.date.available | 2025-05-27T04:15:43Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Air minum yang aman merupakan air yang tidak memiliki risiko kesehatan yang signifikan terhadap kesehatan manusia, dimana bayi, anak kecil, dan orang tua merupakan kelompok umur yang rentan terpapar penyakit melalui air. Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan usaha pemerintahan nasional yang bertujuan menyediakan air untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Pengukuran kualitas air yang ada pada PAMSIMAS dapat menjadi indikator kesuksesan dalam hal mengurangi angka kematian dan penyakit yang di sebabkan oleh penyakit melalui air, seperti diare. Adanya mikroba dalam air merupakan sesuatu yang menandakan bahwa air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Kemampuan protozoa untuk beradaptasi dengan lingkungan tertentu seperti Cryptosporidium dan bakteri seperti Coliform dapat membahayakan manusia jika dikonsumsi secara berkepanjangan. Metode penelitian ini di laksanakan dengan menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen yang merupakan metode pewarnaan bakteri asam dan Most Probable Number sebagai metode untuk mengetahui keberadaan Coliform. Sampel berasal dari air yang diambil di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman dimana air baku berasal dari air tanah (sumur) dan memiliki teknologi disinfeksi berupa ozon. Pengambilan sampel diambil sebanyak lima titik, dengan pengambilan di sumber serta jaringan distribusi. Hasil pengamatan laboratorium menunjukkan adanya Cryptosporidium di air baku dan setelah reservoar. Sedangkan, untuk Coliform ditemukan di lima titik pengambilan sampel, dengan jumlah tertinggi pada titik terjauh dengan jumlah Coliform 170 MPN/100 mL. Disinfeksi ozon masih kurang efektif dikarenakan masih ditemukan keberadaan Cryptosporidium dan Coliform pada sumber air baku dan jaringan PAMSIMAS. Kadar ozon dan tidak adanya pemantauan berkala dari pengelola menjadikan efektivitas ozon kurang maksimal. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/56050 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | PAMSIMAS | en_US |
| dc.subject | Cryptosporidium | en_US |
| dc.subject | Coliform | en_US |
| dc.subject | Ziehl-Neelsen | en_US |
| dc.subject | Most Probable Number | en_US |
| dc.subject | PAMSIMAS Sendangtirto | en_US |
| dc.title | Keberadaan Protozoa Cryptosporidium dan Coliform di PAMSIMAS Sendangtirto, Kabupaten Sleman | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |