Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Restoran di Kawasan Kecamatan Kraton Yogyakarta
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Kawasan Kecamatan Kraton Yogyakarta memiliki lebih dari 100 usaha
Restoran maupun Rumah Makan yang sebagian besar merupakan restoran
masakan Indonesia. Berdasarkan data hampir semua restoran tidak memiliki
pengolahan air limbah dan air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke badan
air di sekitar restoran. Hal ini menimbulkan bau yang mengakibatkan
ketidaknyamanan wisatawan di sekitar area tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis jumlah timbulan air limbah yang dihasilkan dalam satu
restoran di Kawasan Kecamatan Kraton Yogyakarta, dan dapat mengidentifikasi
kandungan pencemar yang kemudian membandingkannya dengan baku mutu yaitu
Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2010 Tentang
Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri, Pelayanan Kesehatan, dan Jasa
Pariwisata. Serta merancang skenario alternatif untuk pembangunan instalasi
pengolahan air limbah restoran dengan menerapkan sistem pengolahan air limbah
setempat (On-Site System). Metode yang dilakukan dengan mengambil data primer
melalui pengukuran debit air limbah secara langsung dan melakukan uji sampel
air limbah di laboratorium serta dengan menyebar kuesioner dan wawancara
terhadap pengelola restaurant. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai
sumber yang digunakan untuk melengkapi data penelitian. Dari hasil pengukuran
air limbah didapat bahwa dalam satu restaurant dengan jam operasional rata-rata
12 jam dan jumlah pengunjung harian 30-80 orang/ hari menghasilkan timbulan
air limbah 5-8 m3
/hari dengan kandungan pencemar Ph 5.03 mg/L, BOD
(Biological Oxygen Demand) 8.2344 mg/L, COD (Chemical Oxygen Demand)
214.3 mg/L, TSS (Total Suspended Solid) 110 mg/L, TDS (Total Dissolved Solid)
2000 mg/L, Surfaktan 20.0481 mg/L, Minyak dan Lemak Nabati 50.2 mg/L. Dilihat
dari debit air limbah dan karakteristiknya serta pertimbangan perencanaan
pembangunan IPAL lainnya makan sistem yang efisien adalah dengan sistem IPAL
setempat atau On-Site System dengan menggunakan teknologi IPAL berupa unit
Oil Trap dan Biofilter.