Analisis Risiko pada Pekerjaan Pembetonan Terowongan Pengelak Proyek Konstruksi Bendungan (Studi Kasus Proyek Pembangunan Bendungan Bener Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah)
| dc.Identifier.NIM | 20914009 | |
| dc.contributor.author | Benadikta, Firdamarsha | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-14T03:51:07Z | |
| dc.date.available | 2024-10-14T03:51:07Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Kompleksitas proyek konstruksi berbanding lurus dengan risiko-risiko yang dapat terjadi. Semakin kompleks pekerjaan yang dilaksanakan, semakin besar risiko yang dapat terjadi sebagaimana pada proyek-proyek strategis nasional yang memiliki nilai, lingkup pekerjaan, serta waktu pelaksanaan yang masif. Salah satu proyek strategis nasional yang sedang berjalan adalah Proyek Bendungan Bener Purworejo, dimana terdapat pekerjaan yang cukup berpotensi terjadi kecelakaan konstruksi yaitu pekerjaan pembetonan terowongan pengelak. Terowongan sepanjang 865 meter tersebut merupakan ruang tertutup dengan area terbatas, sedangkan banyak terdapat manusia dan peralatan yang bekerja dalam area tersebut, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui apa saja potensi bahaya dan risiko yang dapat terjadi. Penggunaan metode analisis risiko Probability and Impact Matrix dapat membantu menentukan risiko mana yang memerlukan rencana respon risiko yang lebih mendalam. Nilai numerik diperoleh dengan mengalikan nilai probabilitas dan nilai dampak metode ini dapat menggabungkan persepsi dari beberapa responden penelitian. Terdapat 23 potensi bahaya dari 3 uraian pekerjaan. Terdapat 7 potensi bahaya yang paling sering muncul pada tiap detail uraian pekerjaan yaitu debu material, kekurangan oksigen, kurang pencahayaan, lokasi kerja yang kotor dan kurang nyaman, sirkulasi udara kurang baik, sungai meluap, dan tempat istirahat yang kurang memadai. Terdapat total 270 risiko yang terbagi dalam 16 detail uraian pekerjaan. Terdapat 46 risiko dengan kategori high risk, 218 risiko dengan kategori moderate, serta 6 risiko dengan kategori low risk. Tindakan pengendalian yang dilakukan adalah reduce likelihood sebanyak 19 tindakan dan reduce cosequences sebanyak 4 tindakan. Tindakan accept/retain dilakukan pada risiko dengan kategori low risk, tidak terdapat tindakan pengendalian dengan risk transfer dan avoid. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/52290 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Analisis Risiko | en_US |
| dc.subject | Probability and Impact Matrix | en_US |
| dc.subject | Bendungan | en_US |
| dc.title | Analisis Risiko pada Pekerjaan Pembetonan Terowongan Pengelak Proyek Konstruksi Bendungan (Studi Kasus Proyek Pembangunan Bendungan Bener Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah) | en_US |
| dc.title.alternative | Risk Analysis In Diversion Tunnel Concreting Work of Dam Construction Project | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |