<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Korelasi Perubahan Guna Tanah terhadap Kejadian Hujan di Kawasan Perkotaan Jogjakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penduduk dunia pada tahun 2002 mencapai ± 6,2 milyar orang. Pertambahan ini meningkat lebih pesat di kawasan perkotaan dibandingkan dengan kawasan pedalaman. Proses urbanisasi dan industrialisasi merupakan penyebab utama peningkatan ini, yang akhirnya menyebabkan perubahan tata guna tanah, peningkatan suhu udara, perubahan siklus hidrologi dan pencemaran udara di kawasan perkotaaa Kawasan penelitian meliputi Kotamadya Jogjakarta, sebagian Kabupaten Bantul dan sebagian Kabupaten Sleman dengan luas wilayah ± 82057584,56 km² berada di kota DI Jogjakarta yang dibatasi jalan lingkar kota Jogjakarta. Kawasan penelitian ini dilalui oleh tiga sungai utama yaitu Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo. Rerata jumlah hujan tahunan sebesar 2102,14 mm dengan dua kali musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan dalam setahun. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perubahan lapisan kedap air dari tata guna tanah yang ada dan perubahan kejadian hujan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data curah hujan sebanyak 25 stasiun hujan di sekitar kawasan penelitian. Hasil penelitian lapisan kedap air mendapatkan perubahan guna tanah di kawasan penelitian dibagi menjadi 7 kelas dengan beberapa kawasan mengalami perubahan guna tanah. Kawasan penelitian mengalami perubahan nilai C sebesar 0,002 dari guna tanah tahun 1997 hingga tahun 2002, dimana nilai ini termasuk kecil. Perubahan hujan di kawasan ini mengalami penurunan jumlah hujan rerata tahunan dari 2142,1 mm ( 1993 ) ke 1688,9 mm ( 2002 ). Peta garis kelebatan hujan ( isohiet ) menunjukkan kejadian hujan yang disebabkan oleh hujan Orografik ( di bagian kontur tinggi) dan hujan Konvektif ( di kawasan peneJitian )

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By