<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi In Silico Pengaruh Variasi Gugus Substituen pada Asetofenon terhadap Potensi Antimalaria Turunan Kalkon sebagai Inhibitor Protein Plasmodium falciparum Lactate Dehydrogenase (PfLDH)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya resistensi Plasmodium falciparum terhadap obat antimalaria yang tersedia. Salah satu target potensial untuk pengembangan obat baru adalah Plasmodium falciparum Lactate Dehydrogenase (PfLDH), enzim yang berperan penting dalam proses glikolisis parasit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi gugus substituen pada cincin asetofenon turunan kalkon, yaitu hidroksi (-OH), kloro (-Cl), bromo (- Br), fenilbromo (-PhBr), dan metiltio (-SCH3), terhadap kemampuan pengikatan pada protein PfLDH menggunakan pendekatan in silico. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa PfLDH merupakan target yang esensial, diekspresikan tinggi pada fase eritrositik, tidak redundan, serta memiliki homolog yang rendah terhadap protein manusia. Seluruh senyawa menunjukkan kemampuan berikatan dengan PfLDH pada binding pocket aktif dengan nilai binding affinity berkisar antara −7,3 hingga −8,7 kcal/mol, di mana turunan fenilbromo (-PhBr) memiliki afinitas pengikatan tertinggi. Analisis binding pocket, prediksi ADMET, dan simulasi molecular dynamics selama 200 ns menunjukkan bahwa seluruh kompleks protein– ligan memiliki orientasi pengikatan yang sesuai, profil farmakokinetik yang baik, serta kestabilan kompleks yang mendukung hasil molecular docking. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh turunan kalkon berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen antimalaria baru yang menargetkan PfLDH dan layak ditindaklanjuti melalui sintesis, optimasi struktur, serta pengujian in vitro dan in vivo.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By