Pengaruh Konsumsi Kafein Sebelum Olahraga Terhadap Kekuatan Otot Pada Atlet Laki-laki: A Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Kafein merupakan salah satu ergogenik yang banyak digunakan atlet karena diduga mampu meningkatkan performa melalui stimulasi sistem saraf pusat dan peningkatan kapasitas kerja otot. Kekuatan otot sebagai komponen utama performa fisik sangat berperan dalam berbagai cabang olahraga, sehingga pengaruh konsumsi kafein sebelum aktivitas fisik menjadi penting untuk dikaji. Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai pengaruh konsumsi kafein sebelum berolahraga terhadap kekuatan otot maksimal pada atlet laki-laki. Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article dengan topik pengaruh konsumsi kafein sebelum olahraga terhadap kekuatan otot pada atlet laki-laki, berbahasa Inggris, dan dipublikasikan tahun 2015-2025. Database yang digunakan adalah PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest. Artikel dipilih berdasarkan alur PRISMA-ScR. Selanjutnya dilakukan ekstrasi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan review. Hasil: Didapatkan enam artikel yang mengevaluasi pengaruh konsumsi kafein sebelum olahraga terhadap kekuatan otot maksimal pada atlet laki-laki. Variasi metode pengukuran kekuatan otot mencakup handgrip strength, one-repetition maximum (1RM), peak torque isokinetik, dan isometric mid-thigh pull. Pada parameter handgrip strength, satu studi melaporkan peningkatan kekuatan pada tangan dominan dan non-dominan setelah konsumsi kafein, sedangkan dua studi tidak menemukan perubahan signifikan. Pada parameter 1RM, sebagian studi menunjukkan adanya peningkatan performa kekuatan setelah suplementasi kafein, terutama pada latihan resistance, meskipun beberapa studi melaporkan hasil tidak signifikan. Pengukuran peak torque dan isometric mid-thigh pull juga menunjukkan temuan bervariasi, namun cenderung mengarah pada adanya potensi peningkatan kontraksi maksimal setelah konsumsi kafein. Perbedaan hasil antarstudi dipengaruhi oleh variasi dosis kafein (3–6 mg/kg BB), protokol latihan, karakteristik atlet, serta metode evaluasi kekuatan otot. Simpulan: Konsumsi kafein sebelum olahraga menunjukkan potensi meningkatkan kekuatan otot maksimal pada atlet laki-laki, khususnya pada beberapa parameter seperti handgrip strength, 1RM, peak torque, dan kontraksi isometrik. Meskipun tidak semua studi menunjukkan hasil yang konsisten, mayoritas temuan mengarah pada efek ergogenik kafein dalam meningkatkan performa kekuatan otot. Variasi hasil kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan dosis kafein, desain penelitian, jenis olahraga, serta sensitivitas masing-masing metode pengukuran. Secara keseluruhan, kafein berpotensi digunakan sebagai strategi suplementasi untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan gaya maksimal pada atlet laki-laki.