<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Perilaku Seismik Struktur Bangunan Gedung Asrama di Yogyakarta dengan Nonlinear Static Procedure

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, khususnya Pulau Jawa yang memiliki zona subduksi dengan dip angle lebih curam dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Selain itu, terjadinya kasus keruntuhan bangunan asrama pada salah satu pondok pesantren lain pada 2025 silam serta lokasi bangunan penelitian yang berada dalam wilayah terdampak Gempa Yogyakarta 2006 akibat aktivitas Sesar Opak, menjadikan bangunan tersebut perlu dievaluasi kinerja seismiknya. Penelitian dilakukan pada Gedung Asrama Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta melalui tahapan pemodelan struktur berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Untuk analisis linear dilakukan dengan analisis statik ekuivalen serta analisis respons spektrum untuk mengevaluasi ketidakberaturan struktur, simpangan antar tingkat dan pengaruh P-delta, lalu analisis nonlinear static procedure berdasarkan ATC-40 sehingga diperoleh pushover curve, performance point, dan mekanisme sendi plastis. Hasil analisis linear menunjukkan struktur tidak memiliki ketidakberaturan horizontal maupun vertikal serta nilai simpangan antar tingkat dan pengaruh P-delta memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI 1726:2019. Untuk analisis pushover, diperoleh kurva kapasitas arah x dengan nilai base shear maksimum 17679,6086 kN dan displacement maksimum 201,441 mm, sedangkan arah y memiliki nilai base shear maksimum 21394,983 kN dan displacement maksimum 308,355 mm. Pada evaluasi performance level bangunan berdasarkan ATC-40 melalui perhitungan maximum total drift ratio dan maximum inelastic drift rasio, diketahui kategori kinerja damage control (DC) pada kedua arah x dan y. Mekanisme sendi plastis yang terbentuk cenderung mengikuti konsep strong column weak beam, ditandai dengan plastifikasi awal yang dominan terjadi pada elemen balok sebelum kolom mengalami pelelehan atau beam sway mechanism.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By