PENGGUNAAN KAYU SENGON SEBAGAI SECONDARY SKIN TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pencahayaan di dalam bangunan menjadi elemen yang sangat penting untuk kenyamanan penghuninya. Faktor ini sangat berhubungan dengan kemampuan visual individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Namun, pencahayaan dalam bangunan dapat menjadi masalah jika tidak ada perlindungan yang memadai dari cahaya berlebihan, terutama cahaya matahari yang dapat menyebabkan silau pada objek tertentu di dalam ruangan. Penelitian ini didasarkan pada konsep teknologi bangunan yang berkelanjutan, bertujuan untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan desain perlindungan ruangan, yakni partisi di teras bawah dan Secondary skin di ruang kerja dan gym lantai atas, guna mengurangi gangguan cahaya matahari. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan studi pustaka, survei kondisi eksisting rumah, serta simulasi pencahayaan menggunakan Velux Daylight Visualize. Intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruangan terlampau terang sehingga berdasarkan standar variable menunjukan tidak nyaman pada ruangan, untuk menanggulangi masalah tersebut, diperlukan penggunaan Secondary skin di depan ruang kerja gym dan partisi di ruang tamu. Hasil dari penelitian ini mencakup desain Secondary skin untuk ruang kerja dan gym di lantai atas rumah dan partisi untuk ruang tamu, beserta hasil simulasi pencahayaannya yang berhasil mereduksi cahaya masuk kedalam ruangan menjadi nyaman sesuai dari acuan standar SNI.