<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pra Rancangan Pabrik Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit dan Metanol dengan Kapasitas 100.000 Ton/Tahun

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif terbarukan untuk mesin diesel, yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani. Indonesia sudah dibangun beberapa pabrik biodiesel. Pembuatan biodiesel dilakukan melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Pabrik biodiesel ini direncanakan untuk berjalan dengan kapasitas 100.000 ton sepanjang 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan biodiesel untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan biodiesel ini adalah minyak kelapa sawit (CPO). Minyak kelapa sawit (CPO) layak menjadi pertimbangan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel mampu mencatat penurunan emisi sebesar 50%. Pabrik ini direncanakan dibangun di provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin, untuk memberikan kemudahan terhadap transportasi bahan baku dan produk akhir karena pasar untuk kedua produk sudah tersedia secara lokal. Esterifikasi dan transesterifikasi akan dilakukan pada suhu 60 ÂșC dan pada tekanan satu atm menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa modal investasi sebesar Rp. 514.274.370.379,72 ; biaya produksi sebesar Rp. 540.842.133.290 dan laba setelah pajak diperkirakan sebesar Rp.159.616.120.059 berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik biodiesel dengan kapasias 100.000 ton per tahun adalah berisiko rendah dan layak secara ekonomis. Berdasarkan kondisi operasi sifat-sifat bahan baku dan produk, pabrik biodiesel dari minyak kelapa sawit ini tergolong pabrik berisiko rendah. Berdasarkan analisis ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak 40,31% dan setelah pajak 31,04%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,99 tahun dan setelah pajak 2,347 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 40,86% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 21,79%. Discounted Cash Flow Rate (DCFR) terhitung sebesar 20,84%. Dari data analisis kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk dikaji lagi lebih dalam

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By