Analisis Kapasitas Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang Bor Terhadap Variasi Dimensi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma)
| dc.Identifier.NIM | 21511260 | |
| dc.contributor.author | Prastika, Nida Namira Setiany | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T03:48:35Z | |
| dc.date.available | 2026-02-03T03:48:35Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, direncanakan sebagai ruang kelas bagi mahasiswa pascasarjana. Fondasi bangunan menggunakan tiang bor dengan diameter eksisting 80 cm dan panjang 8,1 m. Fondasi merupakan elemen struktur krusial karena berfungsi meneruskan beban ke lapisan tanah pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter tiang terhadap kapasitas dukung dan penurunan fondasi. Analisis dilakukan pada dua variasi diameter, yaitu 60 cm dan 100 cm dengan panjang 8,1 m. Perhitungan kapasitas menggunakan metode Reese & Wright (1977) dan Meyerhof (1976), sedangkan analisis penurunan dengan metode Vesic (1977) serta pemodelan elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D. Analisis menunjukkan kapasitas dukung kelompok tiang dengan diameter 60 cm, 80 cm (eksisting), dan 100 cm menurut Metode Reese & Wright masing-masing sebesar 9448,048 kN; 9847,752 kN; dan 10719,929 kN, sedangkan Metode Meyerhof menghasilkan 8677,541 kN; 8752,998 kN; dan 10168,799 kN. Seluruh kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan beban rencana sebesar 6906,591 kN, sehingga fondasi dinyatakan aman secara kapasitas dukung. Namun, pada kondisi eksisting terjadi pendistribusian beban tidak merata yang berpotensi menimbulkan overstress lokal dan menurunkan efisiensi kelompok tiang. Analisis penurunan fondasi kelompok berdasarkan Metode Reese & Wright menghasilkan nilai 0,01311–0,01544 m, sedangkan Metode Meyerhof menghasilkan 0,02553–0,02752 m. Hasil pemodelan dengan PLAXIS 2D menunjukkan penurunan statis sebesar 0,01364–0,01396 m dan penurunan pseudostatis sebesar 0,01484–0,01540 m untuk Metode Reese & Wright. Sementara itu, Metode Meyerhof dengan PLAXIS 2D menunjukkan penurunan statis sebesar 0,02349–0,02730 m dan penurunan pseudostatis sebesar 0,02463–0,02882 m. Seluruh nilai penurunan tersebut masih berada di bawah batas izin, sehingga fondasi tiang bor dengan variasi diameter yang dianalisis layak digunakan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/60140 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Daya Dukung | en_US |
| dc.subject | Penurunan | en_US |
| dc.subject | Fondasi Tiang | en_US |
| dc.subject | PLAXIS 2D | en_US |
| dc.title | Analisis Kapasitas Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang Bor Terhadap Variasi Dimensi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |