Evaluasi Peresapan Dan Pelayanan Obat Pasien Program Rujuk Balik Berdasarkan Indikator WHO Di Apotek Saras Brebes
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Peresepan dan pelayanan pasien Program Rujuk Balik (PRB) yang memadai berkontribusi terhadap ketepatan penggunaan obat, namun data menunjukkan bahwa peresepan dan pelayanan pasien belum dilakukan secara optimal. Evaluasi melalui indikator WHO dilakukan sebagai upaya meningkatkan penggunaan obat yang tepat.
Tujuan: Mengevaluasi peresepan dan pelayanan obat berdasarkan indikator WHO, mengetahui pola peresepan dan hubungan antara karakteristik responden serta waktu penyerahan obat dengan pengetahuan pasien PRB di Apotek Saras Brebes. Metode: Observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus indikator peresepan dan pelayanan pasien WHO serta dianalisis statistik menggunakan uji Chi-square dan Spearman
test.
Hasil: Kelas terapi paling banyak diresepkan adalah antihipertensi (55.91%). Hasil evaluasi berdasarkan indikator WHO menunjukkan rerata jumlah obat tiap resep (2,20), persentase obat generik (97,85%), persentase peresepan antibiotik (0%). persentase peresepan injeksi (2.36%), persentase obat sesuai formularium (100%), rerata waktu penyerahan obat (18 detik), persentase obat terlayani (99.28%), persentase etiket memadai (0%), dan persentase pengetahuan pasien tentang obat (53,54%). Hasil analisis terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan pasien tentang obat (p-value <0,005).
Kesimpulan: Obat PRB paling banyak diresepkan adalah antihipertensi. Nilai indikator peresepan dan pelayanan pasien PRB yang memenuhi standar WHO yaitu persentase peresepan antibiotik dan injeksi serta persentase kesesuaian obat dengan formularium. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan pasien tentang obat.