Aktivitas Antiflamasi Kompleks Bixin dengan Selenium pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Bixin dan Selenium memiliki aktivitas antiinflamasi. Oleh karena itu, bixin dikompleksasikan dengan selenium untuk meningkatkan aktivitas antiinflamasi dari bixin. Tujuan: Untuk menganalisis aktivitas antiinflamasi dari kompleks bixin-se pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenan. Metode: Sebanyak 25 Ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok normal (Na CMC 0,5%), kontrol negatif (tidak diberi perlakuan), kontrol positif (Na Diklofenak 0,9 mg/200 gram), kontrol bixin murni 15 mg/kgBB. Kelompok bixin Se 15 mg/kgBB dilakukan secara peroral. Semua kelompok kecuali kontrol normal dibiarkan selama 30 menit kemudian diinduksi dngan karagenan 1% (0,1 mL) secara subplantar. Pengukuran volume udem menggunakan pletismometer pada menit ke 0, 15, 30, 45, 60, 90, 120 dan 180. Efek antiinflamasi dinilai dari parameter AUC kurva volume udema terhadap waktu dan persen daya antiinflamasi. Data AUC yang diperoleh dianalisi menggunakan uji Shapiro-Wilk, analisis dilanjutkan dengan uji One Way Anova diikuti dengan Tukey-HSD Post-Hoc Tes dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Kontrol negatif memiliki daya antiinflamasi terbesar yaitu 100%, diikuti oleh kontrol positif (87,36%), kompleks bixin_Se 15 mg/kgBB (86,35%), dan bixin murni 15 mg/kgBB (65,96%). Kesimpulan: Kompleks bixin-Se memiliki daya antiinflamasi yang lebih optimal dibandingkan dengan bixin murni, sehingga kompleks bixin-se dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan antiinflamasi.