Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Pengobatan Gangguan Tiroid Serta Faktor-faktor yang memengaruhinya di RS Bethesda Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Pengobatan gangguan tiroid mencakup berbagai jenis obat dengan profil efektivitas dan keamanan yang variatif, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas terapi dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD), serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pengobatan gangguan tiroid. Metode: Rancangan observasional potong-lintang pada pasien gangguan tiroid di RS Bethesda Yogyakarta periode tahun 2020-2024 dengan metode retrospektif. Penilaian efektivitas dan ROTD berdasarkan gejala dan tanda klinis pada rekam medik. Analisis Data: Keterkaitan antarvariabel dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test. Variabel dengan nilai-p <0,25 dilanjutkan ke regresi logistik untuk mengevaluasi pengaruh karakteristik pasien terhadap efektivitas terapi dan ROTD. Hasil: Penelitian melibatkan 161 pasien hipertiroid dan 23 pasien hipotiroid dengan efektivitas masing-masing secara berurutan sebesar 59% dan 52,17%. ROTD terbanyak pada terapi hipertiroid yaitu hipotiroid iatrogenik (34,78%), sedangkan pada terapi hipotiroid adalah tirotoksikosis factitia (35%). Tidak ditemukan faktor yang mempengaruhi terhadap efektivitas terapi, sedangkan nilai FT4 awal mempengaruhi kejadian ROTD pada pengobatan hipertiroid (p = <0,001; OR 4,58; IK95% 1,93-10,87). Kesimpulan: Mayoritas pasien mendapat terapi dengan hasil efektif, namun kejadian ROTD terutama hipotiroid iatrogenik dan tirotoksikosis factitia memerlukan penelitian untuk mengkaji pencegahan yang efektif.