Model Desain dan Optimasi Distribusi Vaksin Influenza dengan pendekatan Multi-Objective untuk Minimasi Biaya dan Waste
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Vaksin influenza merupakan produk biologis yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan sistem distribusi cold chain yang ketat. Di Indonesia, rumah sakit menghasilkan 294,66 ton limbah medis setiap hari, di mana sebagian besar berasal dari kegiatan imunisasi, termasuk sisa vaksin, spuit, dan vial. Penelitian ini bertujuan merancang model matematis berbasis Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk mengoptimalkan rantai pasok vaksin influenza di RS UII, menghitung nilai optimal total biaya dan limbah, serta menganalisis sensitivitas terhadap perubahan parameter. Model dikembangkan dengan pendekatan multi-objective weighted sum (60% biaya, 40% waste) dan divalidasi menggunakan Solver Microsoft Excel. Hasil optimasi menunjukkan penurunan total biaya sebesar 14,46% dari Rp3.976.821.574 menjadi Rp3.401.842.776, dengan efisiensi terbesar pada biaya simpan (−80,13%), pengiriman (−27,24%), dan pemesanan (−25%), sementara biaya pembelian tetap mendominasi 98,8% dari struktur biaya. Total waste juga berkurang sebesar 0,30%, dari 170,23 kg menjadi 169,72 kg, dengan eliminasi penuh pada limbah pemusnahan. Analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa demand berpengaruh langsung terhadap biaya dan waste, biaya pembelian hanya memengaruhi total cost, biaya penyuntikan berdampak sangat kecil, dan bobot vaksin dan kemasan signifikan terhadap waste. Dengan demikian, model MILP terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi vaksin baik dari aspek finansial maupun lingkungan.