<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pemanfaatan Float Time Dalam Leveling Sumber Daya Manusia Pada Proyek Konstruksi dengan Program Primavera Project Planner (Studi Kasus Pembangunan LaboratoriumTerpadu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)

dc.contributor.authorDwi Endarti, 97511160
dc.contributor.authorSisca Octasari, 97511357
dc.date.accessioned2020-05-04T06:46:42Z
dc.date.available2020-05-04T06:46:42Z
dc.date.issued2003
dc.description.abstractKegiatan proyek konstruksi yang semakin kompleks, terkadang melibatkan sumber daya manusia dalam jumlah besar dan bermacam-macam, sehingga seringkali sangat menyulitkan karena adanya berbagai elemen yang harus dikontrol dan diperhitungkan. Untuk itu suatu penjadualan harus dibuat dengan perencanaan yang matang dan sebaik-baiknya agar tidak mengalami hambatan dan gangguan dalam pelaksanaannya. Salah satu penjadualan dalam proyek adalah penjadualan sumber daya manusia yang berupa tenaga kerja dimana diusahakan tidak terjadi keperluan tenaga kerja yang bersifat naik turun secara tajam (fluctuation). Metode perataan sumber daya manusia (resources leveling) dapat mengatasi masalah tersebut. Berangkat dari uraian di atas maka penelitlan ini bertujuan untuk mendapatkan model perencanaan sumba dayu manusia yang fluktuasinya tidak terlalu tajam, serta membandingkan tenaga kerja rencana sesudah dileveling dengan tenaga kerja aktual di lapangan pada proyek LaboratoriumTerpadu VII Yogyakarta. Dalam tugas akhir ini perataan sumber daya manusia (resources leveling) dilakukan dengan alat bantu Primavera Project Planner (P3). Leveling sumber daya manusia pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu forward (early date) tanpa batasan normal maksimum tenaga kerja, dan cara forward (early date) dengan batasan normal maksimum tenaga kerja. Data proyek diambil dari Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, yang saat dilakukan penelilian mengalami keterlambatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja setelah leveling yang optimum adalah leveling cara forward (early date) dengan batasan normal dan maksimum tenaga kerja, karena jumlah kuadrat perubahan fluktuasinya paling keci!. Sedangkan jumlah total tenaga kerja rencana optimum sebesar 45.302 orang (rata-rata 240 orang/hari) lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah total tenaga kerja aktual di lapangan sebesar 39.918 orang (rata-rata 171 orang/hari), sehingga hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan proyek yang dikaji.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20152
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemanfaatan Float Timeen_US
dc.subjectLeveling Sumber Daya Manusiaen_US
dc.subjectProyek Konstruksien_US
dc.subjectProgram Primaveraen_US
dc.subjectProject Planneren_US
dc.subjectStudi Kasusen_US
dc.subjectPembangunan LaboratoriumTerpaduen_US
dc.subjectUniversitas Islam Indonesia Yogyakartaen_US
dc.titlePemanfaatan Float Time Dalam Leveling Sumber Daya Manusia Pada Proyek Konstruksi dengan Program Primavera Project Planner (Studi Kasus Pembangunan LaboratoriumTerpadu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
97511160 Dwi Endarti - 97511357 Sisca Octasari.pdf
Size:
13.95 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: