<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kinerja Simpang Tidak Bersinyal dan Usulan Penanganan Fasilitas Pedestrian Menggunakan Vissim (Studi Kasus Simpang 4 Tidak Bersinyal Babarsari Yogyakarta) Unsignalled Intersection Performance and Proposed Pedestrian Facilities Handling Using Vissim (Study Case Of Four-way Unsignalled Intersection Of Babarsari Yogyakarta)

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, jumlah kepemilikan kendaraan pribadi serta pembangunan infrastruktur lainnya akan menciptakan permasalahan lalu lintas terutama pada persimpangan. Yogyakarta merupakan kota pelajar dan sekaligus kota berkembang yang mengalami permasalahan tersebut. Salah satu simpang di Yogyakarta yang memerlukan evaluasi adalah simpang empat tak bersinyal Jalan Babarsari. Simpang empat tak bersinyal Jalan Babarsari (BBC)Yogyakarta, merupakan simpang tak bersinyal pada jalan perkotaan yang menjadi jalan alternatif menghubungkan jalan nasional pada ring road utara dengan jalan nasional pada jalan raya Solo. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan solusi alternatif dan memodelkan kondisi dari simpang tak bersinyal Babarsari berdasarkan software PTV VISSIM, serta mencari solusi penanganan untuk pedestrian di kawasan simpang tak bersinyal Babarsari. Data yang diperoleh dari survey primer di lapangan selama empat hari yaitu hari Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa pada pukul 06.00 sampai dengan 22.00 WIB pada setiap harinya. Data yang di ambil berupa volume kendaraan dan volume pedestrian pada simpang Babarsari. Data volume kendaraan bermotor berupa, sepeda motor, mobil penumpang dan kendaran berat yang kemudian dianalisis dengan menggunakan PTV VISSIM. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang tak bersinyal jalan Babarsari pada kondisi eksisting menggunakan PTV VISSIM menunjukkan volume lalu lintas puncak simpang tersebut pada hari Senin pukul 12.00 – 13.00 WIB sebesar 2354 smp/jam analisis simpang tak bersinyal Babarsari pada kondisi eksisting menggunakan PTV VISSIM menunjukkan hasil analisis nilai tundaan terbesar terdapat pendekat BBC Selatan yaitu 22,84 detik, diikuti oleh pendekat BBC utara sebesar 4,90 detik, pendekat BBC Barat 4,23 detik dan pendekat Jalan Megasari sebesar 1,36 detik. Sedangkan untuk panjang antrian maksimal pada pendekat BBC Selatan sebesar 108,12 meter. Jadi simpang tak bersinyal Babarsari pada kondisi eksisting menunjukan tingkat pelayananya C. Optimalisasi dilakukan dengan pemasangan median pada sepanjang jalan utama (mayor) yang berada pada pendekat BBC Barat sampai dengan pendekat BBC Selatan, dimana pada pendekat BBC Utara hanya bisa belok kiri dan lurus, pada Jalan Megasari hanya bisa belok kanan dan belok kiri, pada BBC Selatan hanya bisa Belok kiri dan pada BBC barat bisa belok kiri, belok kanan dan lurus, fasilitas bukaan median sebesar 5 meter sebagai U-Turn atau putar balik kendaraan di desain pada jarak ± 115,42 meter untuk BBC Barat dan Untuk BBC Selatan sejauh ± 62,06 meter. Analisis solusi dengan PTV VISSIM didapatkan tundaan untuk pendekat Barat = 3,74 detik, pendekat Utara = 2,19 detik, pendekat Timur = 1,11 detik dan pendekat Selatan = 5,10 detik, dengan tingkat pelayanan B. Jumlah arus pejalan kaki pada jam sibuk pada jalan mayor didapatkan 3.412.109.688 atau PV>2x108 maka direkomendasikan fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang tepat untuk area simpang tak bersinyal Babarsari adalah pelican dengan pelindung.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By