Analisis Konten Media Sosial pada Akun Calon Presiden Pemilu 2024 dalam Meningkatkan Personal Branding
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada ajang konstestasi pemilu presiden 2024, memiliki tiga calon presiden yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Ketiganya berlomba-lomba dalam meraih suara terbesar dari masyarakat. Sebagai upaya tersebut ketiganya memanfaatkan media sosial sebagai ajang pencitraan diri melalui media sosial. Dimana media sosial menjadi platform yang paling diandalkan oleh masyarakat untuk mengakses informasi terkait perkembangan politik pada saat itu. Facebook dan Instagram menjadi ruang media paling strategis untuk kandidat memulai berinterkasi kepada publik serta membangun personal branding. Tujuan penelitian untuk menganalisis personal branding ketiga kandidat melalui facebook dan Instagram pribadi mereka, serta untuk mengetahui perbandingan konten dari engagement rate tertinggi. Menggunakan metode kualitatif analisis deskripstif, penelitian ini mengkaji delapan konsep pembentukan personal branding dari peter Montoya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode crawling data dengan bantuan tools social media analyst, Fanpage Karma. Hasilnya menunjukkan ketiga kandidat yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo memiliki pendekatan yang berbeda dan memiliki ciri khasnya masing-masing dalam proses membangun personal branding nya di Facebook dan Instagram. Dengan Instagram menjadi kanal utama yang lebih dominan digunakan bagi ketiga kandidat dibandingkan dengan kanal Facebook. Anies Baswedan dengan sosok pemimpin yang berintelektual dan dekat dengan tokoh agama, Prabowo Prabowo Subianto dengan sosok nya yang tegas dan nasionalis, Ganjar dengan sosoknya yang sederhana dan merakyat. Pada penerapan delapan konsep pembentukan personal branding dari Peter Montoya, top konten dengan engagement rate yang diunggah pada akun ketiga kandidat menunjukkan kategorisasi The Law of Specialization dan The Law of Visibility menjadi jenis kategorisasi yang paling banyak disukai oleh masyarakat.