<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Advokasi Greenpeace Indonesia dalam menghadapi Deforestasi yang disebabkan Oleh Food Estate di Kalimantan Tengah Tahun 2020-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Program Food Estate yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia pada periode 2020–2024 di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, pelaksanaannya di lahan gambut Kalimantan Tengah memunculkan isu serius berupa deforestasi, kerusakan ekosistem, dan pelanggaran terhadap hak masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Greenpeace Indonesia dalam menghadapi dampak negatif program Food Estate, khususnya terkait deforestasi. Menggunakan pendekatan strategi diffusion dari Sidney Tarrow yang membagi strategi menjadi difusi relasi dan non-relasional, dalam penelitian ini menganalisis strategi advokasi yang dilakukan Greenpeace Indonesia, baik melalui kerja sama dengan komunitas lokal dan internasional maupun kampanye melalui media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace Indonesia berperan aktif dalam membangun kesadaran publik dan tekanan politik melalui aksi kampanye, publikasi laporan investigasi, dan kerja sama dengan beberapa aktor. Strategi tersebut berhasil meningkatkan perhatian masyarakat luas terhadap isu lingkungan. Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa Program Food Estate dianggap gagal, karena telah merusak lingkungan, merampas hak masyarakat lokal, dan memusnahkan habitat flora serta fauna.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By