FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN POTENSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS FRAUD HEXAGON (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020)
| dc.Identifier.NIM | 18312296 | |
| dc.contributor.advisor | Sigit Handoyo, SE., M.Bus., CFrA | |
| dc.contributor.author | Qalbi, Mutiara Nur | |
| dc.date.accessioned | 2023-04-10T02:31:51Z | |
| dc.date.available | 2023-04-10T02:31:51Z | |
| dc.date.issued | 2023-03-30 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan analisis fraud hexagon. Fraud hexagon adalah konsep yang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan kecurangan, yaitu pressure, opportunity, rationalization, capability, dan arrogance. Dalam penelitian ini, pressure diproksikan menjadi external pressure dan financial stability, opportunity diproksikan menjadi ineffective monitoring, rationalization diproksikan menjadi auditor change, capability diproksikan menjadi director change, arrogance diproksikan menjadi frequent number of CEO’s picture, dan collusion diproksikan menjadi political connection dan proyek dengan pemerintah. Penelitian ini menggunakan F-Score Model untuk dapat melihat potensi kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam pemilihan sampel dengan kriteria sampel menggunakan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2020. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 43 perusahaan selama tiga tahun periode laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah variabel ineffective monitoring berpengaruh positif signifikan terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel external pressure dan financial stability berpengaruh negatif signifikan terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Sedangkan variabel auditor change, director change, frequent number of CEO’s picture, political connection, dan proyek dengan pemerintah tidak berpengaruh pada potensi kecurangan laporan keuangan. | en_US |
| dc.identifier.uri | http://repository.uii.ac.id/handle/123456789/43327 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Fraud Hexagon | en_US |
| dc.subject | pressure | en_US |
| dc.subject | opportunity | en_US |
| dc.subject | rationalization | en_US |
| dc.subject | capability | en_US |
| dc.subject | arrogance | en_US |
| dc.subject | collusion | en_US |
| dc.subject | f-score model | en_US |
| dc.subject | potensi kecurangan laporan keuangan | en_US |
| dc.title | FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN POTENSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS FRAUD HEXAGON (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |