<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Pembinaan Akhlaq Mulia Pada Anak Tpa An-Nur Desa Cemoroharjo, Candibinangun, Pakem, Sleman

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DOI

Abstract

Pembinaan akhlaq mulia yang dilakukan sejak dini akan mempengaruhi kebiasaan sehari-hari seorang anak dimasa mendatang, maka dari itulah pentinyanya pembinaan akhlaq mulia yang dilakukan sejak dini. Karakter setiap anak dicerminkan dari perilakunya sehari-hari yang menentukan kebiasaan baik atau buruk nya setiap individu. Masa-masa Golden Age ini sangat bagus untuk membentuk kepribadian seseorang dikarenakan sifat alami seorang anak yang masih suka mengikuti lingkungan sekitarnya. Akan tetapi perubahan zaman pada saat ini membuat minimnya akhlaq mulia pada diri seorang anak. Melihat hal tersebut, maka strategi pembinaan akhlaq mulia dalam pembentukan kepribadian anak merupakan wujud upaya pembentukan karakter anak ke arah yang religius.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pendidik dalam membina akhlaq mulia bagi anak dan juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam membina akhlaq mulia anak di TPA An-Nur Cemoroharjo, Pakem, Sleman, sebagai upaya pembentukan karakter anak TPA dan juga dapat dijadikan contoh atau acuan untuk TPA lain dalam upaya pembentukan karakter seorang anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data ini adalah kualitatif. Data dianalisis dengan tiga tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ditemukan bahwa pembinaan akhlak santri di TPA AnNur

yakni dengan memberikan nasihat, mencontohhkan langsung, menjelaskan bersosialisasi kepada teman sebaya maupun yang lebih tua, memberikan reward, membina dan membimbing santri agar mampu berperilaku yang baik dan benar. Faktor pendukung dalam pembinaan akhlak santri adalah: kualitas para guru, semangat belajar santri. Faktor penghambat yakni: lingkungan yang kurang islami, kurangnya tenaga pengajar, sarana dan prasarana, kurangnya dukungan dana, media masa.

Description

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By