Perencanaan Ulang Rumah Sakit Universitas Muhammadiyyah Semarang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Semakin berkembangnya pendidikan jenjang perguruan tinggi di Kota Semarang membuat Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) berupaya untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana maupun prasarana sebagai penunjang kegiatan perkuliahan. Proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang yang berada di Jalan Kedungmundu Raya 18, Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang terdiri dari 3 gedung yang terdiri dari 2 gedung berlantai 10 dan 1 gedung berlantai 7 dimana tinggi perlantai adalah 4,2 m, untuk lantai 5 tingginya 5 m, dan lantai 10 berguna sebagai rumah-rumah lift setinggi 1,4 m. Gedung A terdapat shearwall pada lift dan tangga darurat, walaupun sudah terdapat shearwall tetapi kolom interior yang dipakai masih memiliki dimensi yang besar yaitu berdimensi 70 x 90 cm, dan 70 x 70 cm sehingga gedung terlalu kaku dan tidak efisien. Perencanaan ulang struktur Gedung A Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang yang terdiri dari 10 lantai dengan struktur rangka terbuka (open frame). Fokus utama dari perencanaan ini adalah mengurangi dimensi kolom sehingga lebih efisien dan tidak terlalu kaku tetapi masih dalam batas aman sesuai syarat yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan membuat model struktur atas dan bawah Gedung A RS UNIMUS dengan menggunakan model struktur pelat konvensional (pelat-balok). Kemudian merencanakan penampang beton bertulang beserta kebutuhan baja tulangan pada pelat, balok, kolom, serta bore pile secara manual dengan mempertimbangkan beban-beban yang bekerja pada struktur Gedung RS UNIMUS. Peraturan yang dipakai dalam perencanaan ini yaitu SNI 03-1727-2020 tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Rumah dan Gedung, SNI 03-1726-2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung, SNI 03-2847-2019 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, dan SNI 03-8460-2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Perhitungan analisis pembebanan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil perubahan dimensi kolom yang dikecilkan memengaruhi koefisien kestabilan struktur. Respon struktur berupa gaya geser dasar (base shear), lateral displacement, dan story drift, dari hasil perencanaan ulang dan existing menunjukkan batas aman sedangkan perbandingan koefisien kestabilan struktur antara perencanaan ulang dengan existing tidak selalu lebih besar. Seperti yang terlihat di lantai 1 θX existing sebesar 0,0096 lebih besar dari θX perencanaan ulang sebesar 0,0087 sedangkan untuk θY existing sebesar 0,0046 kurang dari θY perencanaan ulang sebesar 0,0049. Dimensi bore pile ada yang tidak terjadi perubahan tetapi tulangan yang digunakan lebih berat dibandingkan dengan existing dan ada yang mengalami perubahan, ukurannya lebih kecil dan untuk tulangan yang dipakai lebih berat dibandingkan dengan existing. Seperti halnya pada bore pile dengan dimensi 0,6m untuk bore pile existing menggunakan tulangan 10D19 sedangkan untuk bore pile perencanaan ulang menggunakan 9D25 yang menunjukkan dimensi ukuran sama besar tetapi tulangan pada perencanaan ulang yang dipakai lebih berat dibandingkan existing. RAB existing sebesar Rp18.841.631.615 sedangkan untuk RAB perencanaan ulang sebesar Rp17.306.609.39, selisihnya sebesar Rp.1.535.022.215 dan mendapatkan efisiensi sebesar 8,4170%.