<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kekerasan dan Teknologi: Dapatkah Toxic Online Disinhibition dan Insecure Attachment Memprediksi Perilaku Technology Facilitated Sexual Violence?

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Technology facilitated sexual violence (TFSV) atau kekerasan seksual yang difasilitasi oleh teknologi makin marak terjadi bersamaan dengan semakin berkembangnya teknologi di dunia. Tidak seperti penelitian mengenai dampak yang diterima korban, pembahasan mengenai mengapa pelaku melakukan tindakan kekerasan seksual masih minim dilakukan. Penelitian ini akan mengeksplorasi perilaku technology facilitated sexual violence dengan kelekatan tidak aman dan toxic online disinhibition sebagai prediktor. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yakni TFSV Scenario, Online Disinhibition Scale, dan Revised Adult Attachment Scale – Close Relationship Versions. Pengumpulan data dilakukan menggunakan google form. Jumlah ini disesuaikan dengan jenis TFSV Scenario yang dibedakan berdasarkan respon korban, yakni aggressive rejection, flirty response, respectful rejection, dan no response. Adapun responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah laki-laki dewasa yang aktif menggunakan internet sebagai media komunikasi sehari-hari. Analisis data akan dilakukan dengan bantuan JASP menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa toxic online disinhibition dan kelekatan tidak aman secara bersama-sama dapat menjadi prediktor dari kecenderungan seseorang melakukan technology facilitated sexual violence (TFSV), seperti apapun respon korban yang ditunjukkan. Nilai signifikansi yang didapatkan pada semua analisis berdasarkan TFSV Scenario yang digunakan adalah <0.001 (p < 0.005).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By