<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kebijakan Visi Saudi 2030 dalam mengatasi Permasalahan Ekonomi Arab Saudi Tahun 2014-2016

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sejak ditemukannya ladang minyak pada tahun 1938, Arab Saudi terus menggantungkan sumber pendapatannya pada sector minyak. Industri minyak menyumbang sebesar 46% dari Produk Domestik Bruto (PDB), 80% dari pendapatan anggaran, dan 90% dari pendapatan

ekspor. Namun, harga minyak terus mengalami fluktuasi secara signifikan selama bertahun- tahun. Setiap harga minyak turun, ekonomi Arab Saudi mengalami krisis. Hal ini karena

Arab Saudi mengandalkan sector minyak sebagai sumber pendapatannya, dan tidak mengembangkan sector lainnya secara maksimal. Mohammed Bin Salman yang merupakan Putra Mahkota sekaligus pemimpin de facto Kerajaan Arab Saudi mencetuskan Visi Saudi 2030 pada 24 April 2016 sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Berdasarkan teori Model Aktor Rasional yang dicetuskan oleh Graham T. Allison, seorang actor pemangku kebijakan membuat keputusan secara rasional dengan mempertimbangkan goals and objectives, analisis alternatives dan consequences, untuk menghasilkan choices berupa keputusan akhir. Permasalahan ekonomi yang dimiliki Arab Saudi membutuhkan solusi jangka panjang yang dapat membangun stabilitas negara dan menjamin kesejahteraan masyarakat di masa depan. Dengan dilakukan diversifikasi ekonomi, Arab Saudi menjadi resisten terhadap krisis ekonomi karena banyak sector yang dikembangkan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By