Pengaruh Kombinasi Capsaicin dan Beta-glucan Terhadap Kadar BDNF Serum Darah pada Tikus Model Iskemia Dengan Penyulit Hipertensi dan Diabetes Melitus Tipe 2
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Stroke merupakan manifestasi akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis, dan retina baik sebagian maupun menyeluruh yang menetap selama 24 jam karena adanya gangguan aliran darah pada otak. Faktor utama penyebab stroke adalah hipertensi dan diabetes melitus. Pada stroke iskemik akut kadar BDNF mengalami penurunan. Perkembangan terkini dalam mencegah kejadian stroke adalah dengan konsumsi komponen bioaktif per oral. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kombinasi capsaicin dan beta-glucan terhadap kadar BDNF serum darah pada tikus model iskemia dengan penyulit hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 Metode Penelitian: Eksperimental post test only control group. Subjek penelitian adalah 19 ekor tikus galur wistar yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok A, B, C, dan D. Kelompok A mendapatkan perlakuan capsaicin. Kelompok B mendapatkan perlakuan beta-glucan. Kelompok C mendapatkan perlakuan kombinasi capsaicin dan beta-glucan. Kelompok D merupakan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Keempat kelompok tersebut diinduksi hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan stroke. Induksi stroke menggunakan teknik BCCAO (Bilateral Common Carotid Artery Occlusion) ligase selama 10 menit dengan reperfusi 24 jam. BDNF diukur dengan uji ELISA. Kadar BDNF dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil: Dari analisis one-way ANOVA, tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan: Kombinasi capsaicin dan beta-glucan dapat menurunkan kadar BDNF serum darah pada tikus model iskemia dengan penyulit hipertensi dan diabetes melitus tipe 2