<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Kondisi Eksisting Terhadap Perilaku dalam Penerapan Kebijakan Gerakan Zero Sampah Anorganik Kota Yogyakarta (Studi Kasus Kemantren Gedongtengen)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Permasalahan sampah di Kota Yogyakarta merupakan salah satu persoalan yang serius. Hal tersebut dapat dilihat dari penumpukan sampah di Kota Yogyakarta yang belum tertangani serta terjadinya peningkatan volume sampah yang melebihi daya tampung sehingga mengakibatkan penurunan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir Piyungan. Kebijakan penanganan sampah yang telah dilakukan sebelumnya dinilai kurang efektif dan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu pemerintah Kota Yogyakarta menggencarkan kebijakan nol sampah anorganik diperkuat dengan Surat Eadaran Walikota No. 660/6123/SE/2022 tentang Gerakan Zero Sampah Anorganik untuk menigkatkan perilaku pengelolaan sampah. Gerakan ini akan berjalan dengan baik apabila setiap individu memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap pengelolaan sampah, serta sarana dan prasarana yang mendukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan yang dilakukan di Kemantren Gedongtengen, serta untuk mengetahui hubungan dan pengaruh pengetahuan, sikap dan kondisi eksisting terhadap penerapan kebijakan zero sampah anorganik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode pendekatan survey dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, penerapan yang dilakukan dari pemilahan sampah dari sumber sudah berjalan dengan baik. Namun, dalam pengumpulan sampah dan penyaluran sampah masih terdapat sampah anorganik yang dibuang ke Depo sampah dan belum sepenuhnya memanfatkan peran Bank Sampah. Kemudian hasil pengujian korelasi dan regresi antara pengetahuan dan sikap masing masing memiliki hubungan dan pengaruh terhadap penerapan kebijakan Gerakan Zero Sampah Anorganik hal tersebut ditunjukkan dengan diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05. Sedangkan kondisi eksisting tidak memiliki hubungan dan pengaruh terhadap penerapan kebijakan Gerakan Zero Sampah Anorganik karena nilai signifikasi yang diperoleh lebih dari 0,05. Besar pengaruh pengetahuan sikap dan kondisi eksisting dalam menjelaskan penerapan kebijakan Gerakan Zero Sampah anorganik sebesar 24%, sedangkan 76% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar penelitian ini.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By