Moderasi Beragama dalam Penggunaan Obat, Makanan, dan Vaksin di Kemantren Mergangsan Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Keberagaman agama dan budaya di Indonesia memengaruhi pengetahuan dan sikap masyarakat dalam memilih obat, makanan, dan vaksin, terutama dalam memastikan kehalalan. Moderasi beragama menjadi kunci untuk menciptakan harmoni dan toleransi, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan bijak tanpa mengabaikan nilai keagamaan dalam penggunaan produk kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan obat, makanan, dan vaksin di Kemantren Mergangsan Kota Yogyakarta. Metode: Menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 124 responden yang dipilih menggunakan teknik kombinasi purposive sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Chi-Square dan Spearman-Rank. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat berada dalam kategori baik (67,74%), cukup (27,42%), dan kurang (4,84%). Seluruh responden menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan obat, makanan, dan vaksin. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan responden (p-value > 0,05). Tidak terdapat variasi dalam data sikap, sehingga tidak dapat dianalisis secara statistik lebih lanjut. Kesimpulan: Masyarakat Kemantren Mergangsan memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap positif serta mencerminkan penerapan nilai-nilai moderasi beragama. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan.