Kinerja Ruas Jalan Bhayangkara, Jalan Pajeksan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan KH. Ahmad Dahlan Setelah Penerapan Sistem Satu Arah di Kawasan Malioboro Kota Yogyakarta
| dc.Identifier.NIM | 17511085 | |
| dc.contributor.author | Bintang, Muhammad Kennyzyra | |
| dc.date.accessioned | 2024-09-24T08:44:09Z | |
| dc.date.available | 2024-09-24T08:44:09Z | |
| dc.date.issued | 2021 | |
| dc.description.abstract | Kawasan Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan dan wisata yang terletak di Kota Yogyakarta dan merupakan destinasi wisata sehingga terjadi kemacetan. Salah satu upaya untuk mengatasi kemacaten di Kawasan Malioboro adalah penerapan Sistem Satu Arah. Salah satu ruas jalan yang terkena dampak adalah Jalan Bhayangkara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Bhayangkara sebelum dan sesudah penerapan sistem satu arah dan dampak yang ditimbulkan dari penerapan sistem satu arah terhadap ruas jalan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari survei di lokasi penelitian, sedangkan untuk data sekunder didapatkan dari Dishub Kota Yogyakarta. Kedua data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel kemudian dimodelkan dengan PTV VISSIM. Setelah hasil pemodelan valid maka dilanjutkan dengan analisis kinerja ruas jalan sehingga didapatkan perbandingan nilai derajat kejenuhan,kecepatan, dan tingkat pelayanan yang sesuai pada PM 96 tahun 2015 pada ruas-ruas jalan yang diteliti pada kondisi sebelum dan sesudah penerapan sistem satu arah di Kawasan Malioboro. Hasil analisis sebelum penerapan sistem satu arah didapatkan nilai derajat kejenuhan pada ruas Jalan Bhayangkara sebesar 0,405 dan kecepatan 41,80 km/jam. Dampak dari penerapan sistem satu arah berpengaruh terhadap derajat kejenuhan setiap ruas jalan, pada ruas Jalan Bhayangkara mengalami peningkatan derajat kejenuhan pada ruas tersebut dari 0,405 menjadi 0,43. Pada ruas Jalan Pajeksan mengalami penurunan derajat kejenuhan pada ruas tersebut dari 0,224 menjadi 0,081. Pada Ruas Jalan Ahmad Yani mengalami peningkatan derajat kejenuhan pada ruas tersebut dari 0,410 menjadi 0,551. Pada Ruas Jalan KH. Ahmad Dahlan mengalami peningkatan derajat kejenuhan pada ruas tersebut dari 0,489 menjadi 0,516. Kecepatan rata-rata tiap ruas jalan mengalami perubahan yaitu di Jalan Bhayangkara yang semula 41,80 km/jam menjadi 39,10 km/jam, di Jalan Pajeksan 33,90 km/jam menjadi 39,27 km/jam, di Jalan Ahmad Yani 33,50 km/jam menjadi 32,50 km/jam, dan di Jalan KH. Ahmad Dahlan 36,20 km/jam menjadi 32,70 km/jam. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/51942 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | derajat kejenuhan | en_US |
| dc.subject | kecepatan | en_US |
| dc.subject | MKJI 1997 | en_US |
| dc.subject | PTV VISSIM | en_US |
| dc.subject | sistem satu arah | en_US |
| dc.title | Kinerja Ruas Jalan Bhayangkara, Jalan Pajeksan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan KH. Ahmad Dahlan Setelah Penerapan Sistem Satu Arah di Kawasan Malioboro Kota Yogyakarta | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |