Pengaruh Pretreatment dan Metode Ekstraksi Terhadap Sifat Fisikokimia Ekstrak Kayu Gaharu Non-resinous Sebagai Bahan Baku Parfum
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kayu gaharu non-resinous berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum alami melalui pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh berbagai metode pretreatment (fermentasi, microwave, dan ultrasonik) serta metode ekstraksi (hidrodestilasi dan maserasi) terhadap sifat fisikokimia, rendemen, stabilitas, dan karakteristik aroma ekstrak kayu gaharu non-resinous. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pretreatment dan metode ekstraksi berpengaruh nyata terhadap warna, intensitas aroma, dan rendemen ekstrak. Pretreatment fermentasi dan ultrasonik menghasilkan ekstrak berwarna lebih pekat dengan aroma woody yang kuat, sedangkan pretreatment microwave menghasilkan warna lebih cerah dan aroma lebih lembut. Pretreatment ultrasonik meningkatkan rendemen ekstrak sebesar 75%, sementara hidrodestilasi selama 18 jam meningkatkan rendemen hidrosol hingga 80%. Analisis senyawa volatil menunjukkan terbentuknya senyawa khas gaharu seperti agarospirol, eudesmol, dan 10-epi-γ-eudesmol. Berdasarkan evaluasi sensori, uji hedonik, dan stabilitas aroma, metode hidrodestilasi durasi 12–18 jam serta maserasi dengan pretreatment microwave 300 W paling sesuai sebagai bahan baku parfum alami.