<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Ketersediaan Air dengan Metode Nreca di SUB-DAS Merawu Pada Outlet Awlr Clangap

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Merawu merupakan salah satu Sub-DAS prioritas dan terpanjang dari DAS Serayu yang secara administratif terletak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sungai ini memiliki panjang sekitar 32 km. Debit aliran di DAS Merawu cukup tinggi pada saat musim hujan, ketersediaan air menurun pada beberapa bulan di periode musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air dan debit andalan 80% dan 90% di DAS Merawu. Data debit yang tersedia pada AWLR Clangap yang diperoleh dari BBWS Serayu-Opak yaitu Tahun 2003, 2005-2008, 2011-2012, dan 2014-2018. Perhitungan debit simulasi menggunakan metode NRECA dilakukan untuk memperoleh debit pada Tahun 2004, 2009, 2010, 2013, 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023. Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman modikasi. Perhitungan metode NRECA dimulai dengan mengkalibrasi 3 parameter DAS (PSUB, GWF, cf) untuk mendapat hasil yang optimum dan menguji keakuratan hasil debit simulasi dengan Koefisien Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE) dan Volume Error (VE). Perhitungan kalibrasi Tahun 2003, 2008, 2012, dan 2018 menghasilkan Koefisien Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE) dan Volume Error (VE) yang menunjukkan pada tahun 2003 berturut-turut sebesar−4,85 × 1014 dan 1,308 × 10−7% mendekati angka 1 yang berarti debit simulasi memiliki kesesuaian yang tinggi dengan debit observasi, tetapi pada tahun 2008, 2012, dan 2018 hasil VE sangat besar. Ketersediaan air berdasarkan debit observasi menunjukkan debit maksimum sebesar 232,867 m3 /detik pada bulan November I 2016 dan debit minimum sebesar 3,197 m3 /detik pada bulan September I 2003.Hasil debit simulasi menunjukkan bahwa debit maksimum sebesar 188,117 m3/detik pada bulan November II 2009. Sementara perhitungan debit andalan 80% dan 90% yang tertinggi terhitung masing-masing sebesar 22,857 m3/detik dan 20,130 m3 /detik.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By