Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Oleh Apoteker di Puskesmas Ngaglik II
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Pengendalian mutu pelayanan kefarmasian merupakan bagian dari pengendalian mutu pelayanan kesehatan di puskesmas yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Apoteker merupakan yang bertanggung jawab dalam pelayanan kefarmasian. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker di Puskesmas Ngaglik II serta mengetahui hubungan antar faktor sosiodemografi dengan tingkat kepuasan pasien.
Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross- sectional dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden. Pengambilan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepuasan pasien. Kemudian dilakukan analisis data untuk menguji hubungan antara variabel-variabel yang telah ditetapkan dalam penelitian menggunakan uji chi square yang terdapat pada software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan berada pada kategori sangat puas dengan persentase pada dimensi kehandalan (reliability) sebesar 81,99%, dimensi ketanggapan (responsiveness) sebesar 81,03%, dimensi jaminan (assurance) sebesar 82,59%, dimensi kepedulian (emphaty) sebesar 82,30%, dan dimensi sarana fisik (tangible) sebesar 81,15%. Hasil untuk faktor sosiodemografi yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepuasan hanya usia dan pekerjaan. Kesimpulan: Tingkat kepuasan pasien masuk dalam kategori sangat puas pada setiap dimensi dan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas Ngaglik II pada karakteristik usia dan pekerjaan.